Berikut adalah keterangan singkat buku ini:
| Judul Buku | : | Surat Rindu untuk Ayah di Pulau Buru |
| Penulis | : | Mu�natul Khoiriyah |
| Prolog/Pengantar | : | Hersri Setiawan KH. Salahuddin Wahid Dr. Baskara T. Wardaya, Sj. |
| Epilog/Penutup | : | Prof Paul de Blot, Sj. |
| Penerbit | : | Blandring Book dan INDIPT-Press |
| Tahun Terbit | : | September 2007 |
| ISBN | : | 979931657-X |
| Ukuran Buku | : | |
| Jumlah Halaman | : |
Berikut adalah cover buku ini:

1 komentar:
Saya ikut berbangga karya orang Kebumen ikut hadir di Kota-kota besar (jika sudah terbit). Apalagi tulisan tentang Pulau Buru mengingatkan banyak orang tentang peristiwa tahun 1965. Dan hal itu sampai hari ini adalah masalah yang sangat peka, Pram (Pramudya Ananta Toer) seorang pengarang yang hidupnya selalu diburu oleh tulisan-tulisannya sendiri, karena menyatakan kebenaran dan memihak kepada ideologi. Ia harus rela dibuang oleh pemerintahan (militer) waktu itu ke pulau buru. Dan mengarang buku yang kemudian dilarang beredar. Derita yang diderita pram karena tulisannya, dan pemihakannya, meskipun ia tidak bersedia memaafkan 'pemerintah' yang diwakili Gus Dur saat masih menjadi presiden, adalah derita yang menuai berkah. Jika cerita Pram tidak begitu ia tidak akan menjadi Pram yang sekarang. Semoga Tulisan Muinatul Khoeriyah ini akan menjadi karya besar seperti pengarang nasional Pram, tentu saja harus pula dipersiapkan 'penderitaan' dan 'pengorbanan' yang 'akan dilalui' seperti yang telah dilalui oleh Pram. Apalagi pemerintah sekarang yang dikuasai oleh presiden yang 'militer'.
Posting Komentar